1 . Mengenal secara
garis besar: Apa itu PHP?
Sebelum memulai
mempelajari PHP, pertama-tama, harus tau dulu, apa itu PHP. Siapa pendirinya,
tahun berapa PHP mulai dikembangkan, latar belakang munculnya PHP, apa gunanya
PHP, dan teknologi-teknologi yang berhubungan dengan PHP. Coba cek di wikipedia untuk mengetahui
lebih rinci mengenai PHP.
Anyway... menjawab
beberapa hal yang perlu diketahui di atas: Sebelum ada PHP dan sebangsanya,
situs-situs web dibuat hanya menggunakan HTML, dicampur sedikit javascript /
ecmascript dan atau vbscript. Situs-situs tersebut memiliki keterbatasan yaitu
bersifat statik, semacam poster-poster yang ditempel di dinding, biar dilihat
oleh sejuta umat manusia, tampilannya ya itu itu aja. Nah... di sinilah PHP dan
sebangsanya itu (bangsa "Server Side Scripting") mengubah
poster-poster dinding tersebut menjadi lebih interaktif, yaitu isi situs bisa
berubah tergantung siapa yang mengakses, kapan diakses, peralatan yang
mengakses dan sebagainya.
Lalu apa itu istilah
"Server Side Scripting" ? Server Side Scripting adalah istilah untuk
program-program seperti PHP, ASP, ColdFusion, dan JSP. Mungkin masih banyak
lagi yang lain, tetapi yang saya sebutkan barusan adalah program-program yang
lebih dikenal. Seperti julukannya, program-program ini dijalankan di komputer
server. Bagi mereka yang kurang paham, waktu kita mengetikkan misalkan
phpindonesia.net, komputer kita disebut dengan komputer klien / client, yang
meminta halaman web ke komputer yang dituju oleh alamat phpindonesia.net. Program
yang dijalankan di komputer server disebut "Server Side", sedangkan
yang dijalankan di komputer klien disebut "Client Side".
2 . Mengetahui
teknologi-teknologi yang berhubungan dengan PHP
Cukup diketahui aja
dulu. Belajarnya nanti pelan-pelan. Kalo langsung dipelajari semua, bisa
pingsan. Yang paling wajib untuk diketahui adalah HTML. Terdapat beberapa versi
HTML. Yang terbaru saat ini (Jan 2013) adalah HTML 5. Untuk mempelajari HTML,
sebaiknya tidak langsung ke HTML 5, tetapi mempelajari elemen-elemen dasar
bawaan dari HTML 4.0 terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan ke
elemen-elemen baru di HTML 5. Atau kalau mau lebih berstandar internasional,
sebagai ganti dari HTML 4.0, bisa mempelajari syntax XHTML yang pada intinya
sama saja, hanya sedikit lebih strict.
Berkaitan dengan HTML
sendiri, terdapat beberapa teknologi lain yang tidak bisa hidup tanpa HTML
seperti CSS, Javascript dan vbscript. CSS atau Cascading Style Sheet. Itu semua
sudah menjadi wajib dipelajari karena HTML tanpa CSS adalah seperti nasi tanpa
lauk. CSS versi terbaru adalah CSS3. Sama seperti hubungan HTML 5 dengan HTML,
CSS3 adalah perkembangan dari CSS. Oleh karena itu, menurut Saya, akan
lebih terarah jika mempelajari CSS terlebih dahulu baru kemudian belajar
fitur-fitur baru di CSS3.
Dari HTML, CSS dan
javascript, javascript adalah yang paling sulit dipelajari, karena sudah
merupakan bahasa pemrograman tersendiri. Ditambah lagi saat ini ada library
javascript bernama jQuery. Javascript tidak wajib menurut saya, akan tetapi,
saat ini sudah sulit ditemukan website profesional yang tidak menggunakan
javascript atau jQuery. Meskipun suatu situs dapat dikembangkan tanpa
menggunakan jQuery sama sekali, website tersebut akan terasa hambar
dibandingkan dengan website profesional yang sudah beredar. Untungnya, meskipun
hanya mengerti javascript dasar, ada situs-situs seperti dynamicdrive.com yang menyediakan
library-library javascript siap pakai yang keren-keren. Jadi kalau ingin
mempercantik website Anda, jangan lupa mengunjungi situs yang barusan
disebutkan.
Ada satu teknologi lagi
yang kecil tapi maknyus bernama AJAX. Ada beberapa varian dari AJAX yang bisa
dilihat di sini,
Teknologi ini memungkinkan kita untuk memanggil / mengupdate isi situs tanpa
meload ulang keseluruhan satu halaman situs, melainkan hanya satu elemen
halaman saja. Saya tidak menyarankan mempelajari AJAX secara langsung, tetapi
cukup menggunakan fungsi AJAX yang sudah disediakan pada library jQuery. Begitu
lebih cepat dan terjamin.
Sebenernya sih HTML,
CSS dan jQuery hanya sedikit-sedikit aja yang wajib dikuasai. Oh ya by the
way... untuk belajar HTML dan CSS, dan mungkin javascript, salah satunya bisa
belajar di situs w3schools.com.
Situs tersebut materinya singkat, jelas dan padat. Sehingga akan sangat
mempercepat proses belajar.
Masih ada satu lagi.
Yaitu Database Server. Database Server adalah suatu aplikasi yang digunakan
untuk menampung data-data. Data-data inilah yang akan diproses oleh PHP.
Terdapat berbagai pilihan rasa dan merk untuk barang yang satu ini, antara
lain, mulai dari yang paling terkenal: MySQL, Microsoft SQL Server, Microsoft
Access, dan PostgreSQL. Anyway... kalo misalnya sudah canggih, mungkin bisa
mempertimbangkan MariaDB yang merupakan turunan dari MySQL.
3. Miliki
program-program untuk mengutak-atik PHP
Sesungguhnya belajar
PHP sudah dimulai sejak Anda membaca tulisan-tulisan di atas. Akan tetapi
banyak orang, termasuk Saya, baru benar-benar merasa belajar PHP jika sudah
membuat sebuah program sederhana. Nah... untuk membuat program PHP, kita harus
mempersiapkan peralatan perang. Antara lain berupa sebuah "Web
Server", PHP itu sendiri dan "Database Server".
Web server, pada
umumnya cukup diinstall satu kali saja dan dia akan melayani kita seumur
hidupnya. Web Server bisa berupa IIS atau Apache atau Tomcat. Saya pribadi
lebih cenderung menggunakan Apache.
Untuk pemula, seperti
Saya, daripada pusing-pusing install tiga macam software, Saya memilih
menginstall satu saja paket software yang sudah jadi. Terdapat dua pilihan rasa
untuk ini, yaitu XAMPP ATAU Appserv. Pilihannya terserah Anda.
Ngomong-ngomong... tulisan "ATAU" di atas saya bold, italic dan
underline, karena menurut pengalaman saya, kita tidak dapat menginstall
kedua-keduanya karena akan bentrok. Dan menguninstall salah satu dan
menginstall yang lainnya akan menyebabkan instalasi yang kurang sempurna.
Kalau sudah menginstall
XAMPP, maka kita sudah memiliki Apache, MySQL dan PHP pada komputer kita
(jangan lupa di "start" lewat XAMPP control panel). Selanjutnya kita
perlu suatu program yang dapat membantu kita mengetikkan program PHP dengan
baik dan benar, atau bahasa kerennya IDE (Integrated Development Environment).
Untuk IDE, kita bisa menginstall beberapa macam sekaligus. Saya sendiri
menginstall Adobe Dreamweaver, Notepad++ dan Netbeans di komputer Saya.
Terakhir Saya lebih suka menggunakan Netbeans untuk membuat program PHP karena
bersifat gratis, meskipun berat.
4 . Pelajari PHP
Setelah menginstall
program-program di atas, berikutnya adalah mengetahui seluk beluk PHP dan
membuat programnya. Paling tidak adalah mengetahui mengenai:
Lokasi penempatan
file-file website PHP yang akan kita buat. Yaitu defaultnya di C:/xampp/htdocs
jika menggunakan XAMPP, C:/appserv/www jika menggunakan appserv. Kalau
menggunakan IIS.
Kode program untuk
menampilkan tulisan hello world: <html><head><title>Program
Hello World</title></head><body><?php echo "Hello
World"; ?> </body></html>. *Untuk mencoba, copy teks dari <html>
sampai </html> ke dalam notepad, dan simpan dengan nama hello.php ke
dalam C:/xampp/htdocs/hello.php.
Untuk menjalankan /
melihat hasil dari program PHP yang dibuat, masuk ke browser dan ketikkan
"localhost/nama/file/script/yang/dibuat.php", misalkan
"localhost/hello.php" pada contoh di atas.
Untuk mengelola
database, gunakan phpmyadmin. Jika menggunakan xampp atau appserv, cukup
ketikkan localhost pada browser dan cari link yang ada tulisan
"phpMyAdmin"nya.
Jika misalkan gagal
menjalankan prosedur di atas, coba ganti tulisan localhost dengan 127.0.0.1.
Jika gejala tetap
berlanjut, hubungi dokter bila perlu.
Mengenai syntax syntax
PHP, dapat dipelajari di situs w3schools atau tanya ke forum. Tapi kalo
kebelet, mungkin bisa langsung lihat manual PHP: php_manual_en.php.
Oke... segitu dulu. Selamat belajar PHP.

EmoticonEmoticon